Menelusuri Jejak Sejarah: 10 Bangunan Bersejarah di Indonesia dan Fakta Menariknya

Samadya.id | Indonesia merupakan negara yang kaya akan sejarah dan budaya. Sejumlah bangunan bersejarah yang tersebar di berbagai wilayah menjadi saksi bisu perjalanan bangsa, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga perkembangan peradaban.

Bangunan-bangunan ini tidak hanya memiliki nilai estetika dan arsitektur yang luar biasa, tetapi juga mengandung kisah-kisah yang sarat akan makna.

Dalam artikel ini, kita akan membahas sepuluh bangunan bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Mulai dari monumen peringatan perjuangan bangsa, gedung pemerintahan, bangunan keagamaan, hingga benteng pertahanan yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.


1. Monumen Nasional (Monas): Simbol Kemerdekaan Indonesia

Monumen Nasional, atau yang lebih dikenal sebagai Monas, adalah ikon utama Jakarta sekaligus simbol perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Monumen ini terletak di Lapangan Merdeka, Jakarta Pusat, tepat di depan Istana Negara.

Sejarah dan Pembangunan

Didesain oleh arsitek Soedarsono dan Frederich Silaban, serta dikonsultasikan oleh Ir. Rooseno.

Pembangunan dimulai pada 17 Agustus 1959, dan diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 1961.

Monumen ini memiliki tinggi 137 meter dengan mahkota lidah api berlapis emas 35 kg.

Bentuknya terinspirasi dari Lingga dan Yoni, simbol kesuburan dalam kebudayaan Hindu-Buddha.

Fakta Menarik

Bagian dasar monumen terdapat Museum Sejarah Nasional yang dapat menampung 500 pengunjung.

Di dalamnya terdapat 146 diorama yang menggambarkan sejarah perjuangan Indonesia.

Monas juga memiliki elevator yang dapat membawa pengunjung ke puncak untuk menikmati panorama kota Jakarta.

2. Tugu Pahlawan: Simbol Perjuangan Surabaya

Berlokasi di Taman Kebunrojo, Surabaya, Jawa Timur, Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat dalam Pertempuran 10 November 1945.

Sejarah Pembangunan

Dibangun pada 1951 atas inisiatif Presiden Soekarno.

Memiliki tinggi 45 meter, melambangkan tahun 1945, serta 10 bidang sisi sebagai simbol 10 November.

Tugu ini berada tepat di depan Museum Sepuluh November yang menyimpan dokumentasi perjuangan rakyat Surabaya melawan tentara Sekutu.

Fakta Menarik

Peristiwa 10 November merupakan pertempuran terbesar dalam sejarah Indonesia.

Arek-arek Suroboyo berjuang habis-habisan melawan pasukan Inggris dan sekutu.

Tugu ini juga dilengkapi dengan relief perjuangan rakyat Surabaya.

3. Gedung Sate: Ikon Arsitektur Bandung

Gedung Sate adalah bangunan bersejarah yang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Terletak di Jalan Diponegoro No. 22, Bandung, gedung ini terkenal dengan ornamen khas berupa tusuk sate di bagian atapnya.

Sejarah dan Arsitektur

Dibangun pada 1920 oleh arsitek Ir. J. Gerber dan Dr. Hendrik Petrus Berlage.

Proyek ini melibatkan 2.000 pekerja, termasuk 150 pemahat kayu dari Kanton, Tiongkok.

Awalnya dirancang sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda, tetapi gagal karena resesi ekonomi.

Fakta Menarik

Gedung ini menggabungkan arsitektur kolonial dengan sentuhan tradisional Sunda.

Masih digunakan sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat hingga saat ini.

Memiliki taman hijau luas, menjadikannya salah satu tempat wisata favorit di Bandung.

4. Gedung Perjanjian Linggarjati: Saksi Diplomasi Indonesia-Belanda

Terletak di Kuningan, Jawa Barat, Gedung Perjanjian Linggarjati menjadi saksi perundingan penting antara Indonesia dan Belanda pada 10-13 November 1946.

Isi Perjanjian

Belanda mengakui Indonesia secara de facto dengan wilayah Sumatra, Jawa, dan Madura.

Indonesia dan Belanda sepakat membentuk Republik Indonesia Serikat (RIS).

Indonesia-Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda.

Fakta Menarik

Gedung ini pernah digunakan sebagai hotel, sekolah, dan museum.

Di dalamnya terdapat diorama dan dokumentasi perundingan Linggarjati.

Ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

5. Candi Borobudur: Warisan Budaya Dunia

Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia, terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini dibangun pada masa Dinasti Syailendra sekitar abad ke-8.

Keunikan Arsitektur

Dibangun dengan 2 juta blok batu andesit.

Memiliki 504 arca Buddha dan 72 stupa berlubang.

Reliefnya menggambarkan perjalanan spiritual menuju Nirwana.

Fakta Menarik

Sempat terkubur abu vulkanik sebelum ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada 1814.

Masuk dalam daftar UNESCO sebagai Warisan Dunia sejak 1991.

6. Masjid Raya Baiturrahman: Simbol Ketahanan Rakyat Aceh

Terletak di Banda Aceh, Masjid Raya Baiturrahman dibangun pada 1873 oleh Sultan Iskandar Muda.

Peran dalam Sejarah

Menjadi pusat perlawanan rakyat Aceh terhadap Belanda.

Dua kali dibakar oleh Belanda, tetapi tetap bertahan.

Salah satu dari sedikit bangunan yang selamat dari tsunami 2004.

Fakta Menarik

Masjid ini memiliki arsitektur khas Mughal dengan 7 kubah hitam.

Dibangun ulang oleh Belanda setelah pendudukan Aceh.

Berfungsi sebagai pusat pendidikan dan dakwah Islam.

7. Istana Negara: Pusat Pemerintahan Indonesia

Terletak di Jakarta Pusat, Istana Negara merupakan salah satu istana kepresidenan Indonesia.

Sejarah dan Fungsi

Awalnya adalah rumah pribadi milik J. A. Van Braam.

Dibeli oleh pemerintah kolonial pada 1821.

Kini menjadi tempat pelaksanaan upacara kenegaraan.

Fakta Menarik

Arsitekturnya mengadopsi gaya neoklasik Eropa.

Menjadi saksi proklamasi kemerdekaan Indonesia.

8. Istana Tampaksiring: Kediaman Presiden di Bali

Berlokasi di Gianyar, Bali, Istana Tampaksiring dibangun sebagai tempat peristirahatan Presiden Soekarno.

Fasilitas dan Keunikan

Memiliki 4 wisma utama.

Sering digunakan untuk pertemuan tingkat tinggi.

Fakta Menarik

Dirancang oleh R. M. Soedarsono.

Digunakan dalam KTT ASEAN XIV pada 2003.

9. Benteng Marlborough: Pertahanan Inggris di Bengkulu

Benteng Marlborough adalah benteng peninggalan Inggris yang terletak di Bengkulu.

Sejarah

Dibangun pada 1714 oleh East India Company.

Pernah dikuasai oleh Belanda setelah Traktat London.

Fakta Menarik

Salah satu benteng terbesar di Asia Tenggara.

Menjadi pusat perdagangan lada dan rempah-rempah.

10. Benteng Fort de Kock: Saksi Perang Padri

Terletak di Bukittinggi, Sumatera Barat, benteng ini dibangun oleh Belanda pada 1825.

Fakta Menarik

Digunakan untuk melawan rakyat Minangkabau dalam Perang Padri.

Kini berfungsi sebagai tempat wisata sejarah.


Demikianlah 10 bangunan bersejarah di Indonesia yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa. Dengan mengunjungi dan mempelajari sejarahnya, kita bisa lebih menghargai perjuangan para pendahulu serta merawat warisan budaya Indonesia.