Cermin Watak Manusia dalam Kearifan Tradisi Jawa
Apa Itu Weton Tibo Cantula?
Weton Tibo Cantula adalah istilah dalam tradisi Jawa yang berasal dari kitab Primbon Jawa — semacam kitab warisan leluhur yang digunakan masyarakat Jawa untuk menginterpretasikan hari kelahiran (weton), watak seseorang, hingga prediksi nasib atau kepribadian.
Kalimat Tibo Cantula sendiri dalam bahasa Jawa sering diartikan sebagai gambaran watak seseorang yang dipandang kurang baik atau “jatuh terjerembab” secara karakter. Istilah ini bukan label ilmiah, melainkan bagian dari kepercayaan tradisional yang dipakai untuk refleksi diri atau menjelaskan kecenderungan perilaku.
Dasar Perhitungan Weton dalam Budaya Jawa
Agar memahami Tibo Cantula, kita perlu tahu dulu apa itu weton:
-
Weton adalah kombinasi hari dalam seminggu (Senin–Minggu) dan pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) dalam Kalender Jawa. Setiap kombinasi memiliki angka neptu tertentu yang dipakai untuk perhitungan watak, kecocokan jodoh, mencari hari baik, dan lain-lain.
Contoh weton: Rabu Pon, Jumat Kliwon, Sabtu Legi, Minggu Pahing, dll.
Weton-Weton yang Termasuk Tibo Cantula

Dalam Primbon, ada sejumlah weton yang dipercaya memiliki label Tibo Cantula. Empat yang paling dikenal adalah:
-
Rabu Pon
-
Cenderung berpikiran kuat dan cerdas, tetapi bisa keras kepala, angkuh, dan mudah tersinggung jika tak hati-hati.
-
-
Jumat Kliwon
-
Memiliki bakat memimpin dan kemampuan memengaruhi orang lain, tetapi kadang perilaku bisa menjadi egois, tidak sabaran, dan cepat marah.
-
-
Sabtu Legi
-
Wataknya sulit ditebak, sering menutup diri atau egois, sehingga hubungan sosialnya cukup menantang.
-
-
Minggu Pahing
-
Cenderung pandai menyembunyikan perasaan dan terlihat tenang; sifat pelit atau emosi yang meledak sering disorot oleh tradisi.
-
Makna dan Interpretasi Tibo Cantula
Walaupun banyak sumber tradisional menggambarkan Tibo Cantula sebagai gambaran watak buruk atau temperamen, penting dicatat bahwa:
-
Interpretasi watak dari weton bukanlah prediksi mutlak tentang siapa seseorang sebenarnya. Banyak faktor lain (lingkungan, pendidikan, pengalaman hidup, hubungan sosial) yang membentuk kepribadian.
-
Dalam primbon, gambaran watak dipahami secara luas sebagai ciri kecenderungan kebiasaan atau karakter yang bisa menjadi kesempatan untuk introspeksi pribadi.
Apakah Tibo Cantula Selalu “Buruk”
Tidak juga. Betul bahwa secara tradisional istilah ini sering diasosiasikan dengan perangai yang kurang menguntungkan — seperti temperamen yang kuat, kecenderungan egois, cepat marah, atau sulit bergaul. Namun:
-
Sebagian interpretasi memandang identifikasi ini bukan sebagai “kutukan”, melainkan sebagai peringatan budaya agar pemilik weton bisa lebih berhati-hati dan introspektif terhadap kekurangan diri.
-
Primbon bukan ilmu pasti, tetapi cerminan cara masyarakat Jawa kuno mencoba memahami hubungan antara waktu lahir dan watak seseorang.
Bagaimana Cara Menyikapinya Secara Bijak?
Jika kamu tertarik pada konsep ini, berikut sikap yang bijak saat menelaahnya:
-
Lihat sebagai alat refleksi — bukan nasib yang menentukan masa depanmu.
-
Gunakan sebagai dasar introspeksi — jika karakter-karakter tertentu muncul, kamu bisa menggunakannya untuk evaluasi diri.
-
Hormati kepercayaan budaya orang lain, tapi tetap pegang bahwa hidup adalah hasil pilihan, usaha, dan pembelajaran pribadi.
Kesimpulan
Weton Tibo Cantula adalah bagian menarik dari warisan budaya Jawa yang dipakai untuk menafsirkan watak manusia berdasarkan hari kelahiran. Walaupun sering digambarkan sebagai karakter yang “buruk” atau temperamental menurut Primbon, ini lebih merupakan pandangan tradisional yang bersifat simbolik, bukan penentu akhir nasib seseorang.
