11 Tempat Bersejarah di Bandung dan Kisah di Baliknya

Samadya.id | Bandung dikenal sebagai kota dengan pesona arsitektur khas kolonial, perpaduan gaya Eropa dan budaya lokal. Kota ini menyimpan banyak bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang sejarah Indonesia, mulai dari masa kolonial Belanda hingga peristiwa heroik perjuangan kemerdekaan.

Berikut adalah 11 tempat bersejarah di Bandung yang wajib dikunjungi untuk menelusuri jejak sejarah di Kota Kembang ini!


1. Gedung Sate: Ikon Kota Bandung

📍 Lokasi: Jalan Diponegoro No. 22, Bandung
🕒 Jam Buka: 08.00 – 15.00 WIB
💰 Tiket Masuk: Gratis

Gedung Sate merupakan bangunan yang didirikan pada tahun 1924 oleh pemerintah Hindia Belanda. Nama “Sate” berasal dari ornamen enam tusuk sate di puncak gedung yang melambangkan biaya pembangunan sebesar 6 juta gulden.

Dulunya, gedung ini digunakan sebagai kantor Gouvernements Bedrijven, kini menjadi kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta menyimpan koleksi artefak sejarah di dalam Museum Gedung Sate.

2. Gedung Merdeka: Tempat Bersejarah Konferensi Asia-Afrika

📍 Lokasi: Jalan Asia Afrika, Bandung
🕒 Jam Buka: 08.00 – 16.00 WIB
💰 Tiket Masuk: Gratis

Awalnya bernama Concordia, gedung ini merupakan tempat berkumpulnya masyarakat Eropa di Bandung. Pada tahun 1955, Gedung Merdeka menjadi lokasi bersejarah Konferensi Asia-Afrika, yang dihadiri oleh pemimpin negara-negara Asia dan Afrika untuk membahas perjuangan melawan kolonialisme. Kini, gedung ini berfungsi sebagai Museum Konferensi Asia-Afrika.

3. Villa Isola: Kemegahan Arsitektur Art Deco

📍 Lokasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung
🕒 Jam Buka: Tidak dibuka untuk umum
💰 Tiket Masuk: –

Villa Isola dibangun pada tahun 1933 oleh Dominique William Berretty, seorang pengusaha keturunan Italia-Jawa. Arsitekturnya yang khas bergaya art deco menjadikannya salah satu bangunan paling indah di Bandung. Saat ini, gedung ini digunakan sebagai kantor rektorat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

4. Museum Pos Indonesia: Arsip Surat dari Masa Kolonial

📍 Lokasi: Jalan Cilaki No. 73, Bandung
🕒 Jam Buka: 09.00 – 15.00 WIB (Tutup Senin)
💰 Tiket Masuk: Gratis

Didirikan pada tahun 1933, Museum Pos Indonesia menyimpan koleksi perangko, surat-surat kuno, dan peralatan pos zaman kolonial. Museum ini awalnya bernama Museum Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) dan terletak di kompleks Gedung Sate.

5. Monumen Bandung Lautan Api: Simbol Perjuangan Rakyat Bandung

📍 Lokasi: Jalan BKR, Bandung
🕒 Jam Buka: 24 jam
💰 Tiket Masuk: Gratis

Dibangun pada tahun 1981, monumen ini mengenang peristiwa Bandung Lautan Api pada 24 Maret 1946. Pada saat itu, rakyat Bandung membakar kota mereka agar tidak jatuh ke tangan tentara Sekutu. Monumen setinggi 45 meter ini berbentuk bara api berwarna emas, melambangkan semangat perjuangan rakyat Bandung.

6. Gedung Dwi Warna: Cagar Budaya Bersejarah

📍 Lokasi: Jalan Asia-Afrika, Bandung
🕒 Jam Buka: Tidak dibuka untuk umum
💰 Tiket Masuk: –

Gedung Dwi Warna dibangun pada tahun 1940 dan awalnya bernama Gedung Dana Pensiun. Setelah Konferensi Asia-Afrika, Presiden Soekarno mengubah namanya menjadi Gedung Dwi Warna. Saat ini, bangunan ini ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

7. Gedung Indonesia Menggugat: Jejak Perjuangan Bung Karno

📍 Lokasi: Jalan Perintis Kemerdekaan No. 5, Bandung
🕒 Jam Buka: 08.00 – 16.00 WIB
💰 Tiket Masuk: Gratis

Gedung ini dulunya adalah pengadilan kolonial tempat Soekarno diadili oleh pemerintah Belanda pada 1930 karena aktivitas politiknya. Sekarang, tempat ini dijadikan museum dan sering digunakan untuk diskusi, pameran seni, serta pementasan sastra.

8. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat: Penghormatan bagi Pejuang Kemerdekaan

📍 Lokasi: Jalan Dipati Ukur No. 48, Bandung
🕒 Jam Buka: 08.00 – 17.00 WIB
💰 Tiket Masuk: Gratis

Dikenal juga dengan nama Monju, monumen ini dibangun pada 1995 untuk mengenang perjuangan rakyat Jawa Barat melawan penjajah. Di dalamnya terdapat 7 diorama sejarah, relief perjuangan, serta ruang audio visual dan perpustakaan.

9. Jalan Braga: Wisata Sejarah di Kawasan Ikonik Bandung

📍 Lokasi: Jalan Braga, Bandung
🕒 Jam Buka: 24 jam
💰 Tiket Masuk: Gratis

Sejak awal 1900-an, Jalan Braga sudah menjadi pusat perbelanjaan kelas atas bagi masyarakat Eropa di Bandung. Hingga kini, jalan ini masih mempertahankan bangunan kolonial khas Belanda, menjadikannya salah satu tempat favorit wisatawan untuk berjalan-jalan, berfoto, dan menikmati kuliner.

10. Museum Mandala Wangsit Siliwangi: Saksi Bisu Perjuangan Militer

📍 Lokasi: Jalan Lembong No. 38, Bandung
🕒 Jam Buka: 08.00 – 15.00 WIB (Tutup Senin)
💰 Tiket Masuk: Gratis

Museum ini menyimpan koleksi senjata tradisional dan modern dari masa perjuangan, termasuk pedang, kujang, panah, meriam, dan senjata api. Ada juga diorama perjuangan rakyat Jawa Barat melawan penjajah.

11. Tugu Titik 0 Kilometer: Awal Sejarah Bandung

📍 Lokasi: Cikapundung, Bandung
🕒 Jam Buka: 24 jam
💰 Tiket Masuk: Gratis

Pada tahun 1810, Gubernur Jenderal Daendels menancapkan tongkat di Cikapundung sebagai penanda pembangunan pusat kota Bandung. Monumen ini juga menjadi titik awal Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan.


Kesimpulan

Bandung bukan hanya kota wisata modern, tetapi juga menyimpan sejarah panjang perjuangan rakyat Indonesia. Mulai dari konferensi internasional, aksi heroik perlawanan rakyat, hingga bangunan kolonial yang masih berdiri megah, semua dapat ditemukan di kota ini.

Dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah ini, kita dapat lebih memahami dan mengapresiasi sejarah serta budaya Kota Bandung yang kaya dan unik.