Samadya.id | (Pendahuluan) – Tosan Aji merupakan bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang mencerminkan seni, teknik, dan filosofi yang tinggi dalam pembuatannya. Tidak sekadar senjata, keris, tombak, pedang, dan berbagai bentuk senjata tradisional berbasis logam lainnya menjadi simbol spiritualitas, keindahan artistik, dan jejak sejarah peradaban Indonesia.
Buku Tosan Aji: Pesona Jejak Prestasi Budaya karya Prasida Wibawa, yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2008, menjadi referensi penting bagi para peneliti, kolektor, dan pecinta warisan budaya.
Buku ini tidak hanya membahas aspek teknis dan artistik, tetapi juga nilai esoteri dan makna filosofis yang terkandung dalam setiap bilah tosan aji.
1. Tosan Aji dalam Konteks Budaya dan Spiritualitas
Dalam sejarahnya, tosan aji tidak sekadar dibuat untuk pertempuran, tetapi juga dipercaya memiliki kekuatan simbolik dan spiritual. Proses pembuatannya sering kali melibatkan ritual khusus, yang menunjukkan keterkaitannya dengan nilai-nilai mistis dan religi.
a. Filosofi dan Esoteri dalam Pembuatan Tosan Aji
Dalam Tosan Aji: Pesona Jejak Prestasi Budaya, disebutkan bahwa pembuatan keris dan senjata pusaka lainnya tidak hanya mengandalkan keterampilan teknis, tetapi juga laku spiritual. Pandai besi atau empu harus:
- Melakukan puasa dan meditasi sebelum mulai menempa logam.
- Memilih material yang sesuai, seperti besi meteor yang dipercaya memiliki unsur magis.
- Menciptakan pamor (pola unik pada bilah keris) yang bukan sekadar ornamen, tetapi juga memiliki makna metafisik.
b. Tosan Aji sebagai Jejak Peradaban
Senjata tradisional Nusantara mencerminkan perjalanan peradaban dan teknologi metalurgi masyarakat Indonesia dari masa ke masa. Buku ini menyoroti bagaimana tosan aji berkembang dalam berbagai periode:
- Masa Hindu-Buddha → Keris dan tombak mulai berkembang sebagai simbol kepemimpinan dan spiritualitas.
- Era Kerajaan Islam → Pola dan bentuk senjata lebih disesuaikan dengan ajaran Islam, tanpa menghilangkan unsur budaya Jawa.
- Kolonialisme dan Modernisasi → Tosan aji tetap dilestarikan meskipun senjata api mulai menggantikan fungsinya dalam peperangan.
2. Ragam Tosan Aji dan Keunikan Artistiknya
Buku ini juga membahas berbagai jenis tosan aji yang tersebar di seluruh Nusantara, seperti:
a. Keris: Mahakarya Logam Berpamor
Keris menjadi senjata pusaka yang paling dikenal, dengan ciri khas bilahnya yang berkelok dan berpamor unik. Setiap pamor memiliki makna filosofis, seperti:
- Pamor Udan Mas → Melambangkan kemakmuran dan rezeki yang berlimpah.
- Pamor Wos Wutah → Melambangkan kesuburan dan kehidupan yang berkah.
- Pamor Ron Genduru → Melambangkan perlindungan dari marabahaya.
b. Tombak dan Pedang: Senjata Perang dan Ritual
Selain keris, beberapa jenis tombak dan pedang juga memiliki nilai sakral, seperti:
- Tombak Kyai Pleret → Senjata pusaka milik Pangeran Diponegoro.
- Pedang Sultan Hasanuddin → Simbol perjuangan kerajaan Gowa dalam melawan kolonialisme.
- Tombak Trisula → Sering digunakan dalam upacara ritual dan penyembahan.
c. Warangka dan Sarung Keris
Tidak hanya bilahnya, warangka (sarung keris) juga memiliki nilai estetika dan simbolik. Bentuk dan bahan warangka bervariasi, sesuai dengan status sosial pemiliknya. Beberapa jenis warangka yang terkenal adalah:
- Gayaman Yogyakarta → Warangka berbentuk sederhana dan elegan.
- Ladrang Surakarta → Memiliki ukiran rumit dan khas keraton.
3. Tosan Aji sebagai Investasi dan Objek Koleksi
Bagi pecinta budaya dan kolektor, tosan aji bukan hanya sekadar benda bersejarah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan investasi tinggi. Buku ini mengungkapkan bahwa semakin tua dan unik sebuah bilah tosan aji, maka semakin tinggi pula harganya di pasaran. Faktor yang mempengaruhi nilai jualnya antara lain:
- Keaslian dan sejarah bilah → Keris yang berasal dari empu ternama atau pernah dimiliki oleh tokoh besar akan memiliki harga lebih tinggi.
- Jenis pamor dan keindahan ukiran → Pamor yang langka dan indah akan meningkatkan nilai koleksi.
- Kelangkaan dan usia senjata → Semakin tua dan terawat baik, maka harganya semakin mahal.
4. Tosan Aji dalam Kajian Seni dan Pendidikan
Tosan Aji juga menjadi bagian dari kajian akademik di berbagai institusi seni dan budaya, termasuk di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Melalui Perpustakaan Pascasarjana ISI Yogyakarta, buku ini menjadi salah satu referensi utama bagi mahasiswa yang mendalami:
- Seni rupa dan desain logam → Mempelajari teknik pembuatan pamor dan estetika bilah keris.
- Sejarah dan antropologi budaya → Mengkaji peran tosan aji dalam kebudayaan Nusantara.
- Kajian mistisisme dan filosofi Jawa → Menyelami nilai-nilai esoteri dalam setiap bilah pusaka.
5. Ketersediaan dan Akses Buku di Perpustakaan Pascasarjana ISI Yogyakarta
Bagi yang tertarik membaca buku ini, dapat mengaksesnya di Perpustakaan Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dengan detail sebagai berikut:
Detail Buku:
Judul: Tosan Aji: Pesona Jejak Prestasi Budaya
Penulis: Prasida Wibawa
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta (2008)
Jumlah Halaman: 138 halaman, ilustrasi berwarna
ISBN: 978-979-22-3581-4
Klasifikasi: 739.7
Nomor Panggil: 739.7 Wib p
Status Ketersediaan: Tersedia
Subjek Kajian:
- Kebudayaan Jawa
- Keris dan Senjata Tradisional
- Pamor Keris dan Filosofi
- Jenis-jenis Tombak dan Warangka
Kesimpulan
Tosan Aji: Pesona Jejak Prestasi Budaya adalah buku yang membuka wawasan tentang nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan seni dalam senjata tradisional Nusantara. Lebih dari sekadar benda koleksi, tosan aji mencerminkan jejak peradaban, perjalanan manusia mencari makna, dan ekspresi seni yang mendalam.
Bagi pecinta sejarah, seni, dan budaya, buku ini merupakan pintu gerbang menuju pemahaman lebih dalam tentang filosofi senjata pusaka Nusantara. Dengan ketersediaan buku ini di Perpustakaan Pascasarjana ISI Yogyakarta, diharapkan semakin banyak akademisi dan praktisi seni yang menggali dan melestarikan warisan luhur bangsa ini.
Jelajahi jejak prestasi budaya melalui Tosan Aji, dan temukan makna di setiap bilah pusakanya.
